REAKTOR NUKLIR
Reaktor nuklir adalah
tempat terjadinya reaksi berantai yang menyangkut fisi nuklir yang terkendali.
Sebuah reaktor merupakan sumber energi yang sangat efisien : fisi 1 gram
nuklide yang memadai per hari, dapat melepaskan energi dengan laju sekitar 1
Mega Watt dibandingkan dengan pembakaran 2,6 ton batu bara per hari supaya
menghasilkan energi sebesar itu. Energi yang dilepaskan dalam sebuah reaktor
nuklir timbul sebagai kalor dan dapat diambil dengan mengalirkan zat cair atau
gas sebagai pendingin (Beiser, 1999).
Gambar 1.
Reaktor Nuklir (Alatas, 2010)
Secara umum terdapat
lima buah komponen dasar pada sebuah reaktor nuklir yaitu : bahan bakar, moderator,
batang kendali, pendingin dan perisai pengungkung.
a. Bahan
bakar
Bahan
bakar reaktor nuklir adalah nuklida – nuklida dapat belah. Bahan bakar yang
umum dipakai untuk reaktor nuklir saat ini adalah uranium dan plutonium oksida
yang biasanya berbentuk silinder pejal dengan tinggi dan diameter sekitar 1 cm
dan dinamakan pellet.
b. Moderator
dan pendingin
Kebanyakan reaktor yang ada saat ini menggunakan
media air sebagai moderator. Reaktor harus didinginkan karena panas yang
dibangkitkan oleh freaksi fisi dalam bahan bakar akan menghasilkan suhu 1000 oC
di pusat bahan bakar.
c. Batang
kendali
Material
yang umum dipakai untuk batang kendali adalah Boron Karbida ( B4C )
atau campuran perak-indium-kadmium yang dikemas dalam kelongsong logam.
d. Bejana
pengungkung
Perisai
pengungkung terbuat dari bejana baja tahan karat dengan ketebalan sekitar 20
cm. Bejana ini berfungsi sebagai perisai radiasi dan juga pengungkung material
radioaktif jika terjadi lelehan bahan bakar nuklir (Peryoga, 2007).
1. Faktor Multiplikasi dan Kritikalitas Nuklir
Pada
saat terjadi reaksi fisi, beberapa jumlah neutron akan diserap oleh ini fissil
atau inti dapat dibelah dan merambat ke fisi yang lain. Hal itu menyebabkan
lahirnya fisi neutron yang baru dan merupakan generasi baru dari fisi neutron.
Sehingga dapat dihitung jumlah neutron pada dua generasi yang berbeda. Kemudian
didefinisikan besarnya perbandingan faktor multiplikasi ( k ) pada rantai
reaksi (Duderstadt, 1976).
Pada
satu neutron pada satu generasi faktor multiplikasinya akan relatif konstan
yang disebut posisi kritis ( k = 1 ). Jika populasi neutron menjadi menurun
maka dapat disebut posisi subkritis ( k < 1 ), namun jika populasi neutron
menjadi meningkat maka dapat disebut posisi superkritis ( k > 1 ). Besarnya
komposisi k bergantung jumlah nuklida pada jenis yang berbeda yang dihasilkan
dan perhitungan distribusi energi neutron, dimana merupakan perhitungan rata –
rata tampang lintang pada masing – masing nuklida.
Pada
nuklida fissil 235 U hanya
terdapat uranium di alam sebesar 0,72 %. Pengkayaan bahan bakar dilakukan agar
dapat mencapai isi fissil yang lebih banyak dimana nilainya lebih besar dari f , artinya meningkatkan faktor
multiplikasi secara konstan (Stacey, 2001).
2. Reaktor Daya
Reaktor
daya merupakan jenis reaktor yang digunakan untuk PLTN. PLTN adalah satu sistem
yang mengkonversikan panas hasil reaksi fisi di dalam reaktor nuklir menjadi
energi listrik. Semua PLTN dioperasikan pada steam cycle dimana panas dibangkitkan oleh fisi nuklir yang
digunakan untuk mengkonversi air ke dalam uap bertekanan tinggi (Duderstadt, 1976). Panas yang
dibangkitkan di dalam reaktor nuklir dipindahkan ke air pendingin yang kemudian
dipergunakan untuk membangkitkan uap dalam steam
generator. Uap yang dihasilkan selanjutnya dipergunakan untuk memutar
turbin.
Perputaran
turbin kemudian digunakan untuk menggerakkan generator sehingga dihasilkan
listrik. Sementara itu uap dari turbin diubah kembali menjadi air dalam
kondenser untuk kemudian dipompakan kembali ke steam generator (Peryoga, 2007).
Gambar 2. Skema PLTN (Duderstadt, 1976)
3. HTR
High Temperature Reactor
(HTR) adalah jenis reaktor yang menggunakan pendingin gas helium (He) dan
moderator grafit. Kedua zat tersebut dianggap zat yang paling sesuai untuk
beroperasi pada temperatur tinggi, dibandingkan dengan bentuk fasa lainnya.
Reaktor HTR mampu menghasilkan panas hingga 7500C dengan efisiensi
termalnya sekitar 40%. Pada reaktor HTR ini menggunakan Boron dan Cadmium
sebagai batang kendali, yang digunakan untuk mengatur jumlah neutron yang
dihasilkan sekam proses berlangsung dengan cara menyerap neutron tersebut.
Selain itu bahan bakar yang digunakan reaktor ada dua jenis bentuk yaitu bahan
bakar berbentuk blok prismatik dan bahan bakar berbentuk pebble. Setiap elemen
bahan bakar tersebut mengandung 192 gram Karbon, 0,96 gram 235U dan
10,2 gram 232Th yang dapat dibiakkkan menjadi bahan bahan bakar baru
235U (Lohnert, 2002).
Berdasarkan bentuk
bahan bakar yang digunakan tersebut HTR dibedakan menjadi dua jenis yaitu bahan
bakar berbentuk blok prismatik disebut HTR prismatik dan bahan bakar berbentuk
pebble disebut HTR pebble bed. Kedua
jenis HTR ini memanfaatkan grafit sebagai moderator sekaligus reflektor dan
bahan bakar yang terdiri dari ribuan partikel berlapis (coated particle) TRISO dalam matriks grafit.
Setiap partikel
berlapis TRISO disusun oleh bahan bakar kernel dengan komposisi ThO2
atau UO2 (pengkayaan 235U 8,2%) dengan diameter 0,05 cm.
Partikel ini dikelilingi oleh 4 lapisan yang terdiri atas lapisan penyangga
karbon berpori (porous carbon buffer), lapisan piro karbon bagian dalam (inner
pyrolitic carbon, IPyC), lapisan silikon karbida (SC) dan lapisan piro karbon
bagian luar (outer pyrolitic carbon, OPyC) yang terdispersi dalam matrik
grafit. Sebanyak 15.000 partikel berlapis membentuk bola berdiameter 5 cm yang
dikelilingi oleh shell grafit dengan ketebalan 0,5 cm dalam sebuah bahan bakar
bola (Kriek, 2008).
Gambar 3. Bahan bakar berbentuk pebble ( IAEA, 2002 )



Tidak ada komentar:
Posting Komentar